Archive for May, 2010

Kasus Etika ( TIKI 03)

Saturday, May 22nd, 2010

Sebuah Dilema DNA

Fan Chen, seorang peneliti pasca-sarjana baru di laboratorium Dr Thomas, adalah mempelajari genetika gangguan neurologis. Fan masih belajar bahasa Inggris dan menyesuaikan diri dengan budaya baru dan lingkungan penelitian. Mark Adams, seorang mahasiswa pascasarjana di laboratorium Thomas, adalah mempelajari genetika dari kanker payudara. Thomas dan Mark telah bekerja sangat keras untuk mendapatkan persetujuan IRB untuk mengumpulkan sampel DNA manusia dari pasien kanker payudara dan anggota keluarga mereka. Melalui proses ini, Mark belajar banyak tentang penelitian subjek manusia. Menurut protokol IRB-disetujui, darah akan diambil, DNA diekstraksi dan contoh kode oleh teknisi laboratorium klinis tidak ada hubungannya dengan laboratorium Thomas. The menghubungkan pengidentifikasi untuk setiap sampel akan terkunci di dalam lemari arsip, dan hanya dua dokter, yang tidak terlibat dalam penelitian, akan memiliki akses ke file. Pengaturan ini dimaksudkan untuk menjaga kerahasiaan donor dan diuraikan dalam bentuk persetujuan. laboratorium Thomas hanya menerima cawan DNA donor nomor kode dengan tag merah terlihat sangat melekat pada setiap tabung.

Suatu pagi, saat Mark memasuki laboratorium, ia berjalan melewati bangku Fan dan menyapa dia. Sesuatu menangkap mata Mark. Mark pemberitahuan tabung merah-ditandai dalam sebuah ember es duduk di bangku Fan. Mark tahu bahwa Fan tidak bekerja pada studi kanker payudara. Pada awalnya, Markus berpendapat ada saja kesalahan atau kesalahpahaman. Dia menjelaskan untuk Fan bahwa tabung merah-tagged berisi sampel DNA dikumpulkan untuk digunakan dalam penelitian kanker payudara. Fan menjawab bahwa Thomas resmi penggunaan dalam jumlah kecil dari DNA kanker payudara sebagai kontrol dalam penelitian neurologi dan menunjukkan Mark sebuah catatan tulisan tangan dari Thomas yang menegaskan account Fan.

Mark merasa gelisah tentang ini menggunakan DNA kanker payudara. Dia kembali ke mejanya untuk meninjau sebuah bentuk persetujuan unsigned dia di file, yang hanya seperti satu tanda-tanda bahwa setiap donor sebelum berpartisipasi dalam penelitian ini. Dia mencatat bahwa bentuk persetujuan tidak menyatakan bahwa DNA yang akan digunakan dalam penelitian lain, namun, Markus juga pemberitahuan bahwa bentuk persetujuan tidak langsung menunjukkan bahwa sampel tidak akan digunakan dalam penelitian lain, baik. Mark tetap datang kembali ke dalam laporan pengantar dari bentuk persetujuan, yang berisi kata-kata berikut: “… Anda diminta untuk berpartisipasi dalam penelitian kanker payudara untuk menguji untuk …” Dia tidak bisa menolak pernyataan ini.

Pertanyaan Diskusi:

  • Apa yang harus Mark lakukan?
  • Apakah tanggung jawab Fan?
  • Misalkan Mark mengabaikan penggunaan Fan DNA, tetapi kemudian ia mendengar bahwa Fan berencana untuk menerbitkan kertas berdasarkan beberapa hasil yang diperoleh dari penggunaan DNA. Apakah perubahan ini pembangunan apa yang Anda pikirkan Mark harus lakukan?
  • Bagaimana jika Mark mengabaikan penggunaan Fan DNA dan Mark mendengar apa-apa sesudahnya?
  • Apa peran dan tanggung jawab institusi?

(Sumber:http://www.onlineethics.org)

E-Business

Wednesday, May 12th, 2010

E-business atau bisnis elektronik merujuk pada definisi e-commerce yang lebih luas, tidak hanya
pembelian dan penjualan barang serta jasa, tetapijuga pelayanan pelanggan, kolaborasi dengan mitra bisnis, e-learning, dan transaksi elektronik dalam perusahaan(2005)

Kata bisnis pada umumnya akan memberikan gambaran bahwa ada kegiatan transaksi antara supply
demand, antara penjual dan pembeli.Sebenarnya konsep bisnis memiliki makna yang lebih luas
dari hal tersebut, yaitu mendapatkan keuntungan tidak hanya berupa uang akan tetapi berupa
reputasi, kemitraan, dan kepercayaan dalam suatu transaksi.

Perbedaan mendasar antara e-commerce dan e-business berada pada lingkupnya. E-commerce memiliki lingkup yang fokus pada mendapatkan profit uang sedangkan e-business mengarah pada kepentingan
jangka panjang berupa kemitraan, pencitraan, relasi, dan mitra bisnis.

Persamaan dari e-commerce dan e-business berada pada tujuannya yaitu ingin meningkatkan kinerja
perusahaan lebih baik, dan berharap perusahaan mengalami kemajuan yang berarti dengan konsep menggunakan teknologi informasi.

informasi di atas disarikan dari hasil pencariaan di www.google.com pada http://aprillins.com/perbedaan-antara-e-commerce-dengan-e-business.

Perkembangan lebih lanjut dari kedua konsep diatas adalah dengan munculnya konsep supply chain mangement.

Untuk  informasi tentang e-commerce dapat dilihat di  artikel e-commerce ini.

Pengetik :

Parama Kartika Dewa/ Kuliahbersama.com

Sistem Informasi Manejemen Vs E-commerce

Wednesday, May 12th, 2010

Perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat telah mempengaruhi perilaku pebisnis dalam menjalankan aktivitas bisnisnya. Salah satu konsep yang muncul adalah e-commerce dalam dunia bisnis. Apa sebenarnya e-commece itu?

Berikut hasil pencarian di internet:

http://id.wikipedia.org/wiki/Perdagangan_elektronik mengatakan bahwa Perdagangan elektronik atau e-dagang (bahasa Inggris: Electronic commerce, juga e-commerce) adalah penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet atau televisi, www, atau jaringan komputer lainnya. E-dagang dapat melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis. Pada situs ini juga dijelaskan mengenai faktor sukses dan permasalahan yang dihadapai dalam e-commerce.

Dengan bantuan www.google.com beberapa informasi mengenai pengertian e-commerce diperoleh :

http://www.balinter.net memberikan informasi sebagai beikut : Electronic Commerce (E-Commerce) didefinisikan sebagai proses pembelian dan penjualan produk , jasa dan informasi yang dilakukan secara elektronik dengan memanfaatkan jaringan komputer. Salah satu jaringan yang akan digunakan adalah internet.

Konsep e-commerce berkembang menjadi e-business, seperti yang dimunculkan dalam artikel http://aprillins.com/perbedaan-antara-e-commerce-dengan-e-business yang berisi : E-business atau bisnis elektronik merujuk pada definisi e-commerce yang lebih luas, tidak hanya pembelian dan penjualan barang serta jasa, tetapi juga pelayanan pelanggan, kolaborasi dengan mitra bisnis, e-learning, dan transaksi elektronik dalam perusahaan(2005).

Berikutnya apa saja lingkup e-business dan e-commerce? dapat dilihat pada artikel e-business pada kuliahbersama.com

Pengetik :

Parama Kartika Dewa /Kuliahbersama.com

Kasus Etika (Tiki 02)

Wednesday, May 5th, 2010

Pemerintah hingga saat ini senantiasa memonitor jasa pelayanan penerbangan. Setelah beberapa kasus kecelakaan pesawat terbang beberapa tahun yang lalu, dan sebuah jasa penerbangan Adam Air menutup pelayanannya sepertinya saat ini pelayanan jasa penerbangan dalam kondisi baik-baik saja. Pertanyaan mendasar adalah  apakah semua faktor yang mempengaruhi kualitas pelayanan jasa penerbangan di Indonesia telah terkendali dengan baik?

Berikut pendapat/opini yang saya ambildari http://forum.wintersat.com/hikmah-motivation-inspired-story/1470-safety-plane.html.Isinya sebagai berikut :

Mungkin sekedar sharing saja buat kita semua yang memiliki dan menggunakan HP/ponsel/telpon genggam atau apapun istilahnya.

Ternyata menurut sumber informasi yang didapat dari ASRS (Aviation Safety Reporting System) bahwa ponsel mempunyai kontributor yang besar terhadap keselamatan penerbangan. Sudah banyak kasus kecelakaan pesawat terbang yang terjadi diakibatkan oleh ponsel. Mungkin informasi dibawah ini dapat bermanfaat untuk kita semua, terlebih yang sering menggunakan pesawat terbang.

Contoh kasusnya antara lain:

Pesawat Crossair dengan nomor penerbangan LX498 baru saja “take-off” dari bandara Zurich, Swiss. Sebentar kemudian pesawat menukik jatuh. Sepuluh penumpangnya tewas. Penyelidik menemukan bukti adanya gangguan sinyal ponsel terhadap sistem kemudi pesawat.

Sebuah pesawat Slovenia Air dalam penerbangan menuju Sarajevo melakukan pendaratan darurat karena sistem alarm di kokpit penerbang terus meraung-raung. Ternyata, sebuah ponsel di dalam
kopor dibagasi lupa dimatikan, dan menyebabkan gangguan terhadap sistem navigasi.

Boeing 747 Qantas tiba-tiba miring ke satu sisi dan mendaki lagi setinggi 700 kaki justru ketika
sedang “final approach” untuk “landing” di bandara Heathrow, London. Penyebabnya adalah karena tiga penumpang belum mematikan komputer, CD player, dan electronic game masing-masing.

Seperti kita tahu di Indonesia? Begitu roda-roda pesawat menjejak landasan,langsung saja terdengar
bunyi beberapa ponsel yang baru saja diaktifkan.

Para “pelanggar hukum” itu seolah-olah tak mengerti, bahwa perbuatan mereka dapat mencelakai penumpang lain, disamping merupakan gangguan (nuisance)terhadap kenyamanan orang lain.

Dapat dimaklumi, mereka pada umumnya memang belum memahami tatakrama menggunakan ponsel, disamping juga belum mengerti bahaya yang dapat ditimbulkan ponsel dan alat elektronik lainnya terhadap system navigasi dan kemudi pesawat terbang. Untuk itulah ponsel harus dimatikan, tidak hanya diswitch agar tidak berdering selama berada di dalam pesawat.

Dari opini di atas terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan, bahwa keselamatan sebuah penerbangan bila dikaji dari peristiwa yang ada memiliki banyak sumber potensi yang dapat dipandang dari konsep perancangan pesawat, operator pesawat, penumpang, layanan pendukung dan cuaca. Bagimana pandangan etika yang dapat dimunculkan berkaitan dengan fakta ini?