Rekayasa Nilai atau sering disebut Value Engineering merupakan salah satu karya dari Lawrence D. Miles. Kontribusi dari metode ini memberikan dampak yang luas di dunia manufaktur hingga saat ini. Oleh sebab itu organisasi dunia memberikan status Lawrence D. Miles sebagai the “Father of Value Analysis and Value Engineering.” Informasi ini didapatkan dari situs: “minds.wisconsin.edu/handle/1793/301″
Kapan sebenarnya metode rakayasa nilai ini mulai diperkenalkan oleh Lawrence D. Miles?
Berawal pada tahun1947, saat Lawrence D. Miles membuat dan memperkenalkan sebuah teknik yang disebut dengan “Value Analysis” dan “Value Engineering” di sebuah perusahaan yang bernama General Electric. Teknik ini pada awalnya dikembangkan sebagai sebuah metodologi yang sistematis. Teknik ini kemudian diakui sebagai sebuah teknik pendekatan yang “powerful” untuk mendapatkan “penyelesaian masalah” ( Problem Solving). Teknik ini menggunakan teknik berbasis pada fungsi atau sering dikatakan sebagai function-based techniques. Teknik ini mampu memberikan jawaban atas pertanyaan “why so much unnecessary costs exists in everything we do and how to identify, clarify, and separate costs which bear no relationship to customers’ needs or desires.” terhadap produk atau layanan yang ditawarkan kepada konsumen. Manfaat dari jawaban tadi mampu memberikan penghematan biaya yang signifikan bagi : Perekayasa Rancangan (design engineers), Perekayasa Manufaktur (manufacturing engineers), Para agen pembelian ( purchasing agents), dan Para penyedia layanan/jasa ( service providers).
Bila dilihat dari lingkup pengguna dari teknik rakayasa nilai ini, ternyata tidak hanya berasal dari kalangan manufaktur saja. Berikut ini adalah beberapa bidang yang menggunakan teknik rekayasa nilai ini untuk mendapatkan penyelesaian masalah: industri, rumah sakit, dan bidang layanan pemerintahan.

