ETIKA KERJA

Etika kerja menjadi hal yang penting dalam hidup berkarier. Etika kerja menrut saya juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam etika rekayasa. Hal ini dipahami sbagai berikut.  Seorang enjineer memiliki status ganda dalam sebuah organisasi. Pertama memiliki status sebagai seorang perekayasa ( bekerja dalam kajian disain produk atau pengembangan produk) dan status yang kedua adalah sebagai seorang karyawan. Dua posisi ini memiliki kewenangan dan hak yang berbeda. Dapat dibayangkan bahwa seseorang dengan kewenangan dan hak yang berbeda bekerja pada organisasi yang sama. Konflik kepentingan yang dialami tentu akan tinggi sekali. Mohon opini rekan sekalian tentang etika kerja dalam organisasi manufaktur.

Tags: , ,

5 Responses to “ETIKA KERJA”

  1. Saya kurang paham dengan maksud Bapak,mengapa seorang enjineer bisa memiliki status ganda? Namun saya mencoba memberikan komentar terhadap artikel ini.
    Menurut Saya, yang terpenting dalam bekerja adalah kejujuran dan kesenangan terhadap pekerjaan. Selebihnya, kita harus bertindak sesuai posisi kita, sebagai enjineer yang juga adalah seorang karyawan sudah seharusnya kita memberikan disain/rancangan produk terbaik bagi perusahaan tempat kita bekerja, karena kita ada dalam perusahaan itu/ kita dibayar untuk melakukan tugas kita(mendisain dan merekayasa produk). Dalam mendisain produk kita juga harus senantiasa memperhatikan keinginan/kepentingan bos kita dan memberikan masukan-masukan terbaik kepada bos kita.
    Demikian komentar saya.

  2. Ivan Adi says:

    Saya setuju dengan pendapat Bapak. karena etika ini walaupun terlihat sepele namun penting. Jika seorang karyawan bisa mengimplementasikan etika dengan baik, karyawan tersebut bisa dikatakan karyawan profesional. Dengan adanya etika kerja ini, bisa meminimalisasi hal-hal yang tidak diinginkan seperti tindakan plagiat dan hal lain sebagainya yang menuju perpecahan. Dengan adanya etika dan unggah-ungguh (bahasa jawa) yang baik, diharapkan efektifitas dan efisiensi kerja karyawan semakin baik.

  3. Novi Agusty Wijaya says:

    Menurut saya, apa yang bapak bilang memang benar. Namun kita dapat mengembalikan sendiri pada individu itu sendiri tentang bagaimana ia memposisiskan dirinya pada status ganda yang dimilkinya. Memang pada nantinya akan muncul berbagai macam konflik, semuanya itu dapat diatasi tergantung pada orang itu sendiri bagaimana menyingkapi sebuah masalah itu. Di balik semua itu, kita diharapkan lebih tertantang mengenai status ganda yang telah melekat pada diri kita karena kita adalah seorang engineer. Dengan begitu seorang engineer dituntut memiliki suatu etika kerja yang baik sehingga dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi dalam bekerja. Sekian komentar saya pak..Thx be4..GBU..

  4. menurut saya pendapat Bapak benar, semua kita kembalikan lagi ke pada si pekerja. dan sebagai pekerja profesional dia juga harus pintar bagaimana memposisikan dirinya pada saat situasi yang sama sehingga pekerja tersebut memiliki etika kerja yang baik dalam perusahaan dan diharapkan akan berpengaruh positif pada pekerjaannya.. sekian pendapat saya, saya ucapkan terima kasih

  5. Ign.Hesti Pramusinto says:

    Saya sangat setuju dengan pendapat bapak bahwa seorang engineer memiliki status ganda.
    Dan bagaimana menghindari penyimpangan/konflik yang dapat membuat reputasi kerja buruk ??? Untuk menanggulangi masalah ini sebaiknya kita bisa memposisikan diri kita dengan etika kerja yang ada untuk menghindari penyimpangan/konflik yang datang dari status tersebut.menurut saya, Apa yang harus kita lakukan? lakukan saja,,!!! dengan mengikuti kode etik yang ada di setiap status kita, entah sebagai perekayasa atau sebagai karyawan. Kerja yang baik sesuai dengan hak dan kewajiban kita dengan tidak mengindahkan aturan-aturan yang ada.

Leave a Reply