Jumat, 24 Oktober saya mengikuti pembekalan wisudawan di program studi Teknik Industri Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Pembicara yang memberikan materi adalah Ibu Vari. Modal utama yang perlu dipersiapkan oleh para pencari kerja adalah MENTAL. Hal yang perlu diperhatikan adalah merubah mental saat sebagai mahasiswa yang cenderung santai, mengandalkan fasilitas dari orang tua, selalu meminta perlu segera dirubah. Bagaimana konsep untuk jujur, disiplin dan bertanggungjawab terhadap setiap tindakan yang akan dilakukan menjadi sutu hal yang sangat penting. Bagaimana menjawab dan berperilaku saat wawancara, yang mengedepankan kejujuran dan terbuka terhadap potensi diri menjadi kunci kesuksesan. Belajar jujur, disiplin, mau belajar dan konsep menghargai diri sewajarnya menjadi suatu hal yang penting untuk dilakukan. Selamat berjuang memasuki dunia kerja.
Saya setuju dengan pendapat artikel di atas. Saya mendapatkan pengalaman mengenai hal tersebut pada saat saya melaksanakan kerja praktek di suatu perusahaan yang boleh dikatakan sudah mempunyai nama besar di dunia industri. berbeda sekali dengan saat kuliah. dalam dunia kerja kita dituntut untuk menjadi seorang yang”taft”,cerdas dalam bekerja dan bersosialisasi.
sedikit masukan, Mungkin selama belajar di perkuliahan, mahasiswa hanya terfokus pada pembelajaran materi yang diberikan oleh dosen sebagai formalitas untuk mendapatkan nilai yang tinggi, hal tersebut sebenarnya kurang tepat, sebab seandainya mahasiswa benar-benar mengerti terhadap apa yang ia pelajari, maka pada saat memasuki dunia kerja akan mempermudah dalam beradapatasi terhadap pekerjaannya apabila pekerjaan tersebut berhubungan dengan apa yang kita pelajari dalam perkuliahan.
So,, banyak-banyaklah belajar dan memeperkaya ilmu tidak hanya sebatas apa yang diberikan.
Thx….
Ya secara garis besar saya sutuju bahwa sebenarnya masalah MENTAL menjadi sesuatu yang sangat penting bagi seorang fresh graduate dalam menghadapi dunia kerja yang sebenarnya, karena sebenarnya bukan melulu soal skill kalo menurut saya, terutama untuk first step kita melangkah, tetapi bagaimana menerapkan etos kerja yang baik untuk diri kita, bagaimana kita siap menghadapi semua tantangan kerja yang akan datang. Untuk membentuk mental seperti ini bukan perkara mudah, butuh proses dan kemauan belajar yang tinggi sehingga saya sangat setuju dengan seorang mahasiswa yang bisa bekerja sambilan semasa dia kuliah. Bukan uang yang kita kejar,karena memang nominalnya tidak seberapa, tapi pengalaman bertemu, belajar dari orang lain itu yang lebih berharga. Yang sulit dengan hal ini adalah kita harus bisa membagi waktu dan pikiran karena jelas kita jadi tidak fokus, tapi disitulah letak pembelajarannya. Saya mengalami sendiri pengalaman itu. Bagaimana jatuh bangunnya sebuah prestasi pendidikan akibat waktu yang terbagi antara belajar dan pekerjaan. Pada akhirnya itu semua akan sepadan bila kita mau mengambil tiap jengkal pengalaman yang kita peroleh menjadi sebuah proses pembelajaran