Sifat Eksperimental Rekayasa

 Saat saya sedang membaca buku dengan judul ” Etika Rekayasa “  yang disusun oleh Mike W MArtin dan Roland S, saya tertarik untuk membaca aktivitas eksperimen yang dianalogikan dengan pengembangan Etika Rekayasa. Salah satu yang membedakan konsep eksperimen dalam laboratorium dan dalam rekayasa adalah dimasukkannya entitas manusia kedalam sistem aktivitas eksperiman. Sehingga terjadi perubahan

karakteristik dalam eksperimen tersebut.  Kemudian saya tertarik pada cuplikan cerita berikut: ”

Anda diminta untuk merancang sebuah alat penghitung suara elektronik untuk sebuah badan legislatif. Tentu saja anda tidak menemukan satu kesulitan  pun dalam segi-segi fisik mesin itu. Tetapi anda mulai bertanya  kepada diri sendiri. Bila nantinya semua pemungutan suara, kecuali yang sifatnya rahasia, dilakukan dengan mengangkat tangan, apakah diperlukan display board untuk memperlihatkan setiap pemberi suara?Ataukah sudah cukup ditunjukkan total suara saja, sehingga dapat menjamin kerahasiaan pemberian suara? Apakah implikasi  pilihan-pilihan ini dari segi penghormatan terhadap hak publik untuk mengetahui? Seberapa jauh anda mesti mengkhawatirkan terjadinya penyelewengan dengan mesin itu? Deskripsikanlah sejauh mana model eksperimantasi sosial dapat diterapkan  dalam hal terhadap memperkenalkan mesin penghitung suara tersebut.(Bahan diambil dari laporan singkat mengenai keenganan parlemen Jerman Barat untuk menggunakan alat penghitung suara dalam tahun 1971, Lihat artikel Los Angeles Times oleh Joe Alex Morris, Jr yang dikutip dalam Bibliografi) ”

Persoalan diatas sepertinya mirip dengan kondisi di negara kita ini, Bagaimana komentar anda ?

6 Comments

  1. santo wrote
    at 8:55 am - 16th November 2008 Permalink

    menurut pendapat saya sih, seharusnya harus di mulai dari diri petugas / operator mesin itu sendiri. karena jika seorang operator dapat di andalkan, penggunaan mesin tidak akan menjadi masalah. jika pemungutan suara dengan cara mengangkat tangan, itu biasanya kurang efektif, karena tiap-tiap individu akan merasa tidak bebas dalam menyampaikan suaranya (adanya perasaan tidak enak dengan orang yang tidak ingin ia pilih,tetapi itu teman dekatnya).

  2. wawan4897 wrote
    at 12:30 pm - 16th November 2008 Permalink

    Menurut saya diperlukan display board untuk memperlihatkan setiap pemberi suara,ini dikarenakan supaya publik dapat mengetahuinya sehingga demokrasi masih tetap terbuka..Hal ini juga demi menghindari terjadinya manipulasi total suara..Karena sering kali di Indonesia menodai demokrasi dengan memanipulasi hasil suara, yang seharusnya hasil suara itu sesuai dengan paham demokrasi yang menjunjung tinggi kebenaran dan kejujuran..

  3. Nofri Ardian 4621 wrote
    at 1:53 am - 17th November 2008 Permalink

    Dalam hal ini ada pola pikir yang terbalik menurut saya karena proses pemungutan suara dalam dunia demokrasi, masalahnya itu bukan tentang apakah bila kita membuat suatu alat lalu nantinya akan dapat disalahgunakan atau tidak. Bila dari awal pemikiran kita seperti itu maka jelas akan susah, karena sebagus apapun sebuah alat itu, secanggih apapun alat itu kan juga buatan manusia tetap saja akan bobol bila memang ada niatan dari manusianya, entah bagaimana caranya nanti. Jadi yang menjadi masalah disini adalah bagaimana kita bisa memperbaiki kualitas manusianya itu sendiri, bagaimana kita mampu menerapkan sistem demokrasi yang jujur, adil dan bagaimana membentuk sikap menerima setiap keputusan yang dihasilkan. Walaupun hanya menggunakan alat yang manual pun, bila kualitas manusianya baik maka prosesnya akan baik pula dan yang pasti keputusan yang dihasilkan benar-benar mencerminkan suara rakyat.

  4. PiusFembri_4450 wrote
    at 9:38 am - 17th November 2008 Permalink

    Pendapat saya tidak diperlukan display board karena tidak perlu menunjukan pemberi suara hanya total pungutan suara saja yang ditunjukan. Hal ini untuk menghindari terjadinya permusuhan antar pemungut suara.

  5. victor4145 wrote
    at 11:34 am - 17th November 2008 Permalink

    Display board tetaplah penting untuk pemungutan suara. Hal ini untuk membuktikan bahwa pemungutan suara tersebut transparan, jujur dan adil. Tapi hal terpenting dalam pemungutan dan penghitungan suara adalah aspek manusianya. Mesin dan metode secanggih apapun tidak akan berarti bila para pelaku nya tetap berbuat curang. Karena biar bagaimanapun ciptaan manusia pasti ada kekurangan nya, berbeda dengan otak manusia yang merupakan ciptaan Tuhan yang dinamis dan terus berkembang seiring dengan berjalannya waktu.

  6. willy_4794 wrote
    at 1:39 pm - 17th November 2008 Permalink

    menurut saya perlunya dibuat displayboard agar kerahasiaan tidak lagi ditutupi seperti dahulu yang sering mengakibatkan kejanggalan dalam pemungutan suara, karna masyarakat pada zaman sekarang ini ingin pemerintah itu selalu terbuka terhadap masyarakat. zaman sekarang adalah zaman demokrasi dimana masyarakat berhak dalam pemerintahaan dan berhak tahu dalam semua yang terjadi dalam pemerintahan.