<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>kuliahbersama.com &#187; eksperiman</title>
	<atom:link href="http://kuliahbersama.com/tag/eksperiman/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kuliahbersama.com</link>
	<description>Bersama Memajukan Ilmu dan Kesejahteraan Manusia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 24 Sep 2010 07:28:46 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Sifat Eksperimental Rekayasa</title>
		<link>http://kuliahbersama.com/sifat-eksperimental-rekayasa.html</link>
		<comments>http://kuliahbersama.com/sifat-eksperimental-rekayasa.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Nov 2008 02:05:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[etika]]></category>
		<category><![CDATA[eksperiman]]></category>
		<category><![CDATA[perubahan]]></category>
		<category><![CDATA[rekayasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kuliahbersama.com/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[ Saat saya sedang membaca buku dengan judul &#8221; Etika Rekayasa &#8220;  yang disusun oleh Mike W MArtin dan Roland S, saya tertarik untuk membaca aktivitas eksperimen yang dianalogikan dengan pengembangan Etika Rekayasa. Salah satu yang membedakan konsep eksperimen dalam laboratorium dan dalam rekayasa adalah dimasukkannya entitas manusia kedalam sistem aktivitas eksperiman. Sehingga terjadi perubahan
karakteristik dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> Saat saya sedang membaca buku dengan judul &#8221; Etika Rekayasa &#8220;  yang disusun oleh Mike W MArtin dan Roland S, saya tertarik untuk membaca aktivitas eksperimen yang dianalogikan dengan pengembangan Etika Rekayasa. Salah satu yang membedakan konsep eksperimen dalam laboratorium dan dalam rekayasa adalah dimasukkannya entitas manusia kedalam sistem aktivitas eksperiman. Sehingga terjadi perubahan</p>
<p>karakteristik dalam eksperimen tersebut.  Kemudian saya tertarik pada cuplikan cerita berikut: &#8221;</p>
<p>Anda diminta untuk merancang sebuah alat penghitung suara elektronik untuk sebuah badan legislatif. Tentu saja anda tidak menemukan satu kesulitan  pun dalam segi-segi fisik mesin itu. Tetapi anda mulai bertanya  kepada diri sendiri. Bila nantinya semua pemungutan suara, kecuali yang sifatnya rahasia, dilakukan dengan mengangkat tangan, apakah diperlukan display board untuk memperlihatkan setiap pemberi suara?Ataukah sudah cukup ditunjukkan total suara saja, sehingga dapat menjamin kerahasiaan pemberian suara? Apakah implikasi  pilihan-pilihan ini dari segi penghormatan terhadap hak publik untuk mengetahui? Seberapa jauh anda mesti mengkhawatirkan terjadinya penyelewengan dengan mesin itu? Deskripsikanlah sejauh mana model eksperimantasi sosial dapat diterapkan  dalam hal terhadap memperkenalkan mesin penghitung suara tersebut.(Bahan diambil dari laporan singkat mengenai keenganan parlemen Jerman Barat untuk menggunakan alat penghitung suara dalam tahun 1971, Lihat artikel Los Angeles Times oleh Joe Alex Morris, Jr yang dikutip dalam Bibliografi) &#8221;</p>
<p>Persoalan diatas sepertinya mirip dengan kondisi di negara kita ini, Bagaimana komentar anda ?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kuliahbersama.com/sifat-eksperimental-rekayasa.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

