Posts Tagged ‘Jasa’

Kasus Etika (Tiki 02)

Wednesday, May 5th, 2010

Pemerintah hingga saat ini senantiasa memonitor jasa pelayanan penerbangan. Setelah beberapa kasus kecelakaan pesawat terbang beberapa tahun yang lalu, dan sebuah jasa penerbangan Adam Air menutup pelayanannya sepertinya saat ini pelayanan jasa penerbangan dalam kondisi baik-baik saja. Pertanyaan mendasar adalah  apakah semua faktor yang mempengaruhi kualitas pelayanan jasa penerbangan di Indonesia telah terkendali dengan baik?

Berikut pendapat/opini yang saya ambildari http://forum.wintersat.com/hikmah-motivation-inspired-story/1470-safety-plane.html.Isinya sebagai berikut :

Mungkin sekedar sharing saja buat kita semua yang memiliki dan menggunakan HP/ponsel/telpon genggam atau apapun istilahnya.

Ternyata menurut sumber informasi yang didapat dari ASRS (Aviation Safety Reporting System) bahwa ponsel mempunyai kontributor yang besar terhadap keselamatan penerbangan. Sudah banyak kasus kecelakaan pesawat terbang yang terjadi diakibatkan oleh ponsel. Mungkin informasi dibawah ini dapat bermanfaat untuk kita semua, terlebih yang sering menggunakan pesawat terbang.

Contoh kasusnya antara lain:

Pesawat Crossair dengan nomor penerbangan LX498 baru saja “take-off” dari bandara Zurich, Swiss. Sebentar kemudian pesawat menukik jatuh. Sepuluh penumpangnya tewas. Penyelidik menemukan bukti adanya gangguan sinyal ponsel terhadap sistem kemudi pesawat.

Sebuah pesawat Slovenia Air dalam penerbangan menuju Sarajevo melakukan pendaratan darurat karena sistem alarm di kokpit penerbang terus meraung-raung. Ternyata, sebuah ponsel di dalam
kopor dibagasi lupa dimatikan, dan menyebabkan gangguan terhadap sistem navigasi.

Boeing 747 Qantas tiba-tiba miring ke satu sisi dan mendaki lagi setinggi 700 kaki justru ketika
sedang “final approach” untuk “landing” di bandara Heathrow, London. Penyebabnya adalah karena tiga penumpang belum mematikan komputer, CD player, dan electronic game masing-masing.

Seperti kita tahu di Indonesia? Begitu roda-roda pesawat menjejak landasan,langsung saja terdengar
bunyi beberapa ponsel yang baru saja diaktifkan.

Para “pelanggar hukum” itu seolah-olah tak mengerti, bahwa perbuatan mereka dapat mencelakai penumpang lain, disamping merupakan gangguan (nuisance)terhadap kenyamanan orang lain.

Dapat dimaklumi, mereka pada umumnya memang belum memahami tatakrama menggunakan ponsel, disamping juga belum mengerti bahaya yang dapat ditimbulkan ponsel dan alat elektronik lainnya terhadap system navigasi dan kemudi pesawat terbang. Untuk itulah ponsel harus dimatikan, tidak hanya diswitch agar tidak berdering selama berada di dalam pesawat.

Dari opini di atas terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan, bahwa keselamatan sebuah penerbangan bila dikaji dari peristiwa yang ada memiliki banyak sumber potensi yang dapat dipandang dari konsep perancangan pesawat, operator pesawat, penumpang, layanan pendukung dan cuaca. Bagimana pandangan etika yang dapat dimunculkan berkaitan dengan fakta ini?