<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>kuliahbersama.com &#187; rekayasa</title>
	<atom:link href="http://kuliahbersama.com/tag/rekayasa/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kuliahbersama.com</link>
	<description>Bersama Memajukan Ilmu dan Kesejahteraan Manusia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 30 Jul 2010 06:51:41 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>ETIKA KERJA</title>
		<link>http://kuliahbersama.com/etika-kerja.html</link>
		<comments>http://kuliahbersama.com/etika-kerja.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Feb 2009 07:20:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[etika]]></category>
		<category><![CDATA[kerja]]></category>
		<category><![CDATA[rekayasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kuliahbersama.com/?p=102</guid>
		<description><![CDATA[Etika kerja menjadi hal yang penting dalam hidup berkarier. Etika kerja menrut saya juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam etika rekayasa. Hal ini dipahami sbagai berikut.  Seorang enjineer memiliki status ganda dalam sebuah organisasi. Pertama memiliki status sebagai seorang perekayasa ( bekerja dalam kajian disain produk atau pengembangan produk) dan status yang kedua adalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Etika kerja menjadi hal yang penting dalam hidup berkarier. Etika kerja menrut saya juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam etika rekayasa. Hal ini dipahami sbagai berikut.  Seorang enjineer memiliki status ganda dalam sebuah organisasi. Pertama memiliki status sebagai seorang perekayasa ( bekerja dalam kajian disain produk atau pengembangan produk) dan status yang kedua adalah sebagai seorang karyawan. Dua posisi ini memiliki kewenangan dan hak yang berbeda. Dapat dibayangkan bahwa seseorang dengan kewenangan dan hak yang berbeda bekerja pada organisasi yang sama. Konflik kepentingan yang dialami tentu akan tinggi sekali. Mohon opini rekan sekalian tentang etika kerja dalam organisasi manufaktur.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kuliahbersama.com/etika-kerja.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sifat Eksperimental Rekayasa</title>
		<link>http://kuliahbersama.com/sifat-eksperimental-rekayasa.html</link>
		<comments>http://kuliahbersama.com/sifat-eksperimental-rekayasa.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Nov 2008 02:05:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[etika]]></category>
		<category><![CDATA[eksperiman]]></category>
		<category><![CDATA[perubahan]]></category>
		<category><![CDATA[rekayasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kuliahbersama.com/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[ Saat saya sedang membaca buku dengan judul &#8221; Etika Rekayasa &#8220;  yang disusun oleh Mike W MArtin dan Roland S, saya tertarik untuk membaca aktivitas eksperimen yang dianalogikan dengan pengembangan Etika Rekayasa. Salah satu yang membedakan konsep eksperimen dalam laboratorium dan dalam rekayasa adalah dimasukkannya entitas manusia kedalam sistem aktivitas eksperiman. Sehingga terjadi perubahan
karakteristik dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> Saat saya sedang membaca buku dengan judul &#8221; Etika Rekayasa &#8220;  yang disusun oleh Mike W MArtin dan Roland S, saya tertarik untuk membaca aktivitas eksperimen yang dianalogikan dengan pengembangan Etika Rekayasa. Salah satu yang membedakan konsep eksperimen dalam laboratorium dan dalam rekayasa adalah dimasukkannya entitas manusia kedalam sistem aktivitas eksperiman. Sehingga terjadi perubahan</p>
<p>karakteristik dalam eksperimen tersebut.  Kemudian saya tertarik pada cuplikan cerita berikut: &#8221;</p>
<p>Anda diminta untuk merancang sebuah alat penghitung suara elektronik untuk sebuah badan legislatif. Tentu saja anda tidak menemukan satu kesulitan  pun dalam segi-segi fisik mesin itu. Tetapi anda mulai bertanya  kepada diri sendiri. Bila nantinya semua pemungutan suara, kecuali yang sifatnya rahasia, dilakukan dengan mengangkat tangan, apakah diperlukan display board untuk memperlihatkan setiap pemberi suara?Ataukah sudah cukup ditunjukkan total suara saja, sehingga dapat menjamin kerahasiaan pemberian suara? Apakah implikasi  pilihan-pilihan ini dari segi penghormatan terhadap hak publik untuk mengetahui? Seberapa jauh anda mesti mengkhawatirkan terjadinya penyelewengan dengan mesin itu? Deskripsikanlah sejauh mana model eksperimantasi sosial dapat diterapkan  dalam hal terhadap memperkenalkan mesin penghitung suara tersebut.(Bahan diambil dari laporan singkat mengenai keenganan parlemen Jerman Barat untuk menggunakan alat penghitung suara dalam tahun 1971, Lihat artikel Los Angeles Times oleh Joe Alex Morris, Jr yang dikutip dalam Bibliografi) &#8221;</p>
<p>Persoalan diatas sepertinya mirip dengan kondisi di negara kita ini, Bagaimana komentar anda ?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kuliahbersama.com/sifat-eksperimental-rekayasa.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Eksperimentasi dalam Etika Rekayasa</title>
		<link>http://kuliahbersama.com/eksperimentasi-dalam-etika-rekayasa.html</link>
		<comments>http://kuliahbersama.com/eksperimentasi-dalam-etika-rekayasa.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Nov 2008 05:32:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[etika]]></category>
		<category><![CDATA[eksperimentasi]]></category>
		<category><![CDATA[rekayasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kuliahbersama.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[Saya membaca artikel di harian kontan, tentang keberhasilan seseorang yang
sedang mengembangkan usaha pisang goreng. Produk pisang goreng yang digemari oleh konsumen saat
ini dicapai dengan beberapa kali ekperimen. Eksperimen dilakukan untuk
menemukan komposisi bumbu masak yang sesuai.Aktivitas untuk menemukan resep yang digemari
oleh konsumen memerlukan usaha yang keras dan ketekunan.
Ada kalanya resep yang dicoba memberikan rasa yang tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya membaca artikel di harian kontan, tentang keberhasilan seseorang yang<br />
sedang mengembangkan usaha pisang goreng. Produk pisang goreng yang digemari oleh konsumen saat<br />
ini dicapai dengan beberapa kali ekperimen. Eksperimen dilakukan untuk<br />
menemukan komposisi bumbu masak yang sesuai.Aktivitas untuk menemukan resep yang digemari<br />
oleh konsumen memerlukan usaha yang keras dan ketekunan.<br />
Ada kalanya resep yang dicoba memberikan rasa yang tidak enak, ada kalanya resep yang<br />
dicoba memberikan rasa yang sangat enak. Kalau kita memandang diri kita sebagai orang yang<br />
sedang melakukan eksperimen resep pisang goreng tersebut<br />
pada saat dia sedang mencoba satu resep, maka orang tersebut belum dapat memprediksikan hasilnya akan<br />
berhail atau tidak. Dengan kata lain setiap eksperimen dapat dipastikan hasil yang akan diperoleh tidak dapat<br />
diperkirakan 100%. Konsep ketidakpastian terjadi pada kasus eksperimen tersebut.<br />
Dalam kegiatan kerekayasaan konsep pengembangan dan implementasi etika dapat disamakan dengan<br />
kegiatan eksperimen. Perbedaan mendasar yang terjadi dalam pengembangan etika ini adalah proses<br />
eksperimen melibatkan unsur penting yaitu manusia. Peran manusia menjadi penting dalam proses similaritas eksperimen<br />
etika dengan eksperimen yang dilakukan dalam laboratorium. Bagaimana pendpat anda dengan hal ini?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kuliahbersama.com/eksperimentasi-dalam-etika-rekayasa.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
